Mencuri Dengan Cara Gangsir

Mencuri dengan cara gangsir pernah menjadi trend tahun 1970 hingga 1980 an. Gangsir merupakan sejenis jangkrik yang suka menggali lubang. cara tersebut yang ditiru oleh pencuri untuk memasuki rumah yang menjadi target sasarannya. Berikut pengalaman masa kecil di rumah kakek pernah mengalami kejadian serupa yaitu dimasuki maling dengan cara menggangsir. Maklum rumah jaman dahulu masih sederhana dan tembok belum terlapisi oleh semen seperti sekarang dan bangunan tidak berpondasi. Karena rapuhnya dinding tembok yang mempur sehingga mudah dijebol dengan linggis. Itulah yang dilakukan maling jaman dahulu untuk memasuki rumah sebagai target sasaran. Mengenang Pada saat itu yang hilangan adalah sepeda dan radio 4 band. Sepeda jaman itu mungkin sudah dianggap istimewa. Demikian juga radio Phillips teman mendengarkan radio BBC, Radio Australia dan VOA Amerika melalui gelombang SW ikut diambilnya. TV saat itu belum banyak yang memiliki. Kalau mau nonton TV harus jalan kaki ke kantor Kabupaten yang dipasang di depan kantor Kabupaten. Seiring berkembangnya jaman teknik mencuri dengan cara nenggangsir tinggal menjadi kenangan dan sebagai cerita sendiri. Sepeda dan radio sekarang sudah menjadi barang umum dan tidak menarik untuk dicuri lagi. Siaran radio yang bisa didengar hanya sedikit seperti RRI, radio PTDI ( Pendidikan Tinggi Dakwah Islam ) dan RSPD ( Radio Siaran Pemerintah Daerah ) itupun pada gelombang AM. Sebelum melakukan penggangsiran pelaku melakukan ritual sirep yaitu agar penghuni rumah tertidur lelap dan leluasa melakukan aksinya. Kisah ini kita ceritakan kembali untuk mengenang masa masa sulit kehidupan rakyat masa lalu di daerah.

Nelayan Jateng Masih Diberi Toleransi Menggunakan Cantrang

Setelah melelui perjuangan untuk tetap dapat menggunakan jaring Cantrang, pihak pemerintah melalui Kementrian Kelautan Perikanan akhirnya memperpanjang masa pemakaian jaring Cantrang hingga Desember 2017 khususnya bagi nelayan Pantura Jateng. Upaya perjuangan nelayan Pantura Jateng untuk dapat menggunakan jaring Cantrang telah dilakukan berbagai upaya baik upaya menemui presiden, pengaduan ke Ombudsman hingga kajian akademis bersama perguruan tinggi. Bahkan DPR-RI berencana menggalang hak angket tentang pelarangan penggunaan cantrang bagi nelayan. Apakah sebenarnya alat tangkap cantrang itu dan mengapa nelayan Jateng mempertahannkan. Dari sebuah diskusi terungkap bahwa para nelayan dapat membeli kapal dari pinjaman perbankan secara berkelompok 4 – 10 orang dengan jaminan sertifikat tanah dengan jangka waktu 2 – 4 tahun. Bila alat tangkap Cantrang dilarang tahun ini akan menimbulkan kredit macet, nantinya rumah disita bank dan nambah pengangguran. Permohonan para nelayan kepada pemerintah agar tetap diperbolehkan menggunakan jaring cantrang dengan kondisi yang sudah ada. Nelayan juga meminta cantrang tidak dilarang namun diatur dengan daerah penangkapan, waktu dan jumlah penangkapan. Dari sisi pemerintah peraturan larangan penggunaan cantrang sudah dilaunching dua tahun lalu dan menurut Ibu Susi sekarang harus move on. Masih banyak alat tangkap lain yang ramah lingkungan. Demikian disampaikan saat ulang tahun Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia di Bantul, DIY minggu 21 Mai 2017.

Teras Kapal BRI

Bank BRI merupakan bank yang mempunyai cabang hingga wilayah Kecamatan, namun kini bank BRI membuka layanan diatas kapal. Barangkali ini satu satunya bank di Indonesia atau di dunia yang pertama kali atau satu satunya memiliki layanan diatas kapal. Kapal tersebut bernama Bahtera Seva I yang beroperasi  di 5 titik singgah melayani 6 pulau yaitu Kepulauan Seribu, Pulau Pramuka, Pulau Tidung, Pulau Kelapa, Pulau Untung Jawa, Pulau Harapan dan Pulau Panggang. Fasilitas Realtime Online dan ATM dengan jadwal kerja hari Senin – Jumat 07.30 sd 16.30. Selain itu untuk inovasi pelayanan BRI telah memiliki satelit sendiri yang diorbitkan oleh peluncur Ariane 5 di tahun 2015 dari Guiana Space Center, Europe’s Spaceport di Kourou Frech Guiana.

Kemudahan Impor Tujuan Ekspor ( KITE )

Akhir akhir ini kita sering mendengar istilah KITE IKM tetapi masih banyak juga yang bertanya tanya apakah ini? KITE-IKM merupakan kepanjangan dari Kemudahan Impor Tujuan Ekspor untuk Industri Kecil dan Menengah. Kementrian Keuangan RI melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang mengeluarkan istilah ini. KITE-IKM merupakan salah satu paket kebijakan ekonomi memberikan fasilitas fiscal pembebasan bea masuk, PPN dan PPNBM bagi usaha kecil dan menengah yang menggunakan bahan baku impor dan hasil produk diekspor atau dipasarkan keluar negeri. Bagi pengusaha yang tidak memanfaatkan fasilitas KITE akan dikenai pajak Bea Masuk sebesar 15%, PPN 105 dan PPH 2,5%. Namun bila mengajukan untuk mendapatkan fasilitas KITE Bea Masuk dan PPN sebesar 0% hanya dikenakan PPH sebesar 2,5%. Bagi perusahaan yang memanfaatkan KITE akan memperoleh manfaat peningkatan daya saing , membantu aliran kas perusahaan dan mempercepat proses custom Clarence di pelabuhan. Sedangkan hal yang perlu diperhatikan dalam memanfaatkan fasilitas KITE adalah dokumentasi administrasi harus tertib. Pemisahan bahan baku local dengan impor dicatat tersendiri. Laporan gudang bahan baku, gudang produksi dan gudang bahan jadi harus akurat dan jelas.

Al Islam Sudah Tidak Beredar Lagi

Exif_JPEG_420

Bagi umat Islam yang menjalankan ibadah Jumat tidak asing dengan bulletin Al Islam yang tersedia didekat kotak amal atau pintu masuk Masjid. Namun sejak Jumat 12 Mei 2017 buletin tersebut sudah tak ditemukan lagi, seiring dibekukannya ormas Hizbut Tahrir Indonesia ( HTI ). Kita mengenal HTI sudah cukup lama ketika masa kuliah dulu. Kegiatan yang selalu teringat adalah kajian ahad pagi di masjid kampus. Yang menarik saat itu inisiator atau yang hadir kebanyakan dari teman teman fakultas teknik. Dakwah yang dilakukan tergolong berani dan sesuai semangat kaum muda saat itu. Selepas lulus kuliah dan kesibukan masing masing berpisahlah teman teman karena memperbaiki nasib sendiri. Kalau sedang keluar kota dan kebetulan hari Jumat, saat masuk di beranda masjid mudah ditemui bulletin Al Islam tersebut. Namun kini sudah berhenti terbit dan tinggal kenangan. Dalam gambar sisa koleksi yang masih tersimpan sebagai kenangan.

Masjid Kapal Nabi Nuh Di Desa Podorejo

Exif_JPEG_420

Masjid Kapal yang berlokasi di Desa Podorejo Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang telah menjadi viral dan menjadi penasaran untuk dikunjungi. Kami juga ikut penasaran dan menelisik lokasi tepatnya untuk menuju kesana. Setelah mencari cari informasi, ternyata daerah tersebut pernah kami kunjungi saat takziah orang tua tukang meninggal. Walaupun lokasi berada diwilayah Kota Semarang namun masih terasa dipinggiran yang seperti belum tersentuh pembangunan. Untuk  mempermudah apabila berkunjung kelokasi. Berikut akan kami berikan gambaran bila akan menuju lokasi :

  1. Bagi yang berdomisili dari arah Kendal menuju Semarang. Setelah bertemu Pasar Mangkang ada jalan masuk ke arah Selatan yang ditempuh kurang lebih 6 Km. Untuk melewati jalan ini nanti akan bertemu proyek jalan Tol Semarang – Batang dan lurus saja sampai bertemu perempatan yang ada tugu penunjuk arah. Ambil belok kanan kearah Desa Podorejo lurus kearah Barat mentok hingga Pertigaan dan langsung ke Kiri kurang lebih 1 Km sebelah kiri Jalan nanti sudah bertemu Masjid As Safinatun Najah RT-05 RW-05 Ds. Podorejo.
  2. Bagi yang berasal dari daerah Timur, seperti Purwodadi, Pati, Kudus dapat mengambil arah setelah keluar Tol Krapyak kearah Barat bertemu Pertigaan Pasar Jrakah belok kiri langsung menuju Ngaliyan lurus sampai Lembaga Pemasyarakatan Kedungpane. Sebelum LP Kedungpane ada jalan masuk kanan jalan atau arah Barat ikuti lurus jalan tersebut kurang lebih 5 Km hingga bertemu perempatan yang ada petunjuk arahnya. Kalau ke Kanan kearah Pasar Mangkang. Ini ambil lurus saja kearah Ds. Podorejo. Ikuti petunjuk Sama dengan arah diatas.

Akses jalan  memasuki Desa Podorejo tergolong sempit dan harus ekstra hati hati bila bersimpangan, terutama hari libur atau Minggu ramai pengunjung yang penasaran keberadaan Masjid tersebut.

Menggunakan Call Center 123 PLN

Bila listrik di rumah tiba tiba mengalami masalah dan mati lampu tentu akan mencari kontak gangguan PLN. Umumnya bilamana belum mengetahui tentu akan mengontak nomor 108 melalui pesawat telpon untuk mengetahuinya.  Awalnya kami juga begitu untuk mengetahui nomor pengaduan gangguan di wilayah kami, nomor 108 menjadi andalan untuk ditekan. Setelah sang operator 108 memberikan nomor kontak dan kita putar untuk dihubungi. Kita nanti akan dialihkan oleh operator untuk menghubungi nomor 123. Melalui nomor ini  kita akan dilayani dengan menyampaikan keluhan dan menyebutkan nomor pelanggan yang biasa nempel di Meteran Listrik. Serta kita diminta menyebutkan ancar ancar lokasi rumah untuk mempermudah petugas meluncur ke TKP. Kita juga akan diberikan nomor pengaduan dengan paduan angka dan huruf dan diberikan pesan untuk tidak memberikan uang kepada petugas yang akan datang nanti. Benar juga selang kurang lebih 2 jam sudah datang mobil PLN 123 Daihatsu Luxio dengan atapnya terdapat tangga alumuniun dan dilengkapi dengan alat komunikasi radio. Dengan ramah petugas member salam dan membawa berkas pengaduan dari pelanggannya. Kerusakan yang dialami adalah pada layar monitor Meteran yang menggunakan isi ulang Pulsa. Pada layar tertulis “Periksa “. Inilah yang mengakibatkan padamnya lampu entah karena apa walaupun pulsa masih terhitung cukup banyak. Kejadian seperti ini kami mencatat sudah dua kali yang pertama kejadian pada tahun 2012 dan terulang pada tahun 2017. Petugas membuka segel dan membuka baut untuk memeriksa kabel didalamnya lalu dikencangkan kembali dan setelah itu dimasukkan nomor sejumlah 20 digit lalu ditekan enter dan muncul sisa pulsa yang terdapat dalam meteran. Lampu diminta untuk dinyalakan dan Byar lampu kembali hidup. Pekerjaan ini dilakukan tidak lebih dari 10 menit dan petugas pamit untuk menuju TKP lain yang akan dikunjunginya.