Dataran Tinggi Dieng

Dataran tinggi Dieng semula merupakan gunung berapi yang meletus dengan dahsyat, puncak gunung terlempar, yang tertinggal sebuah dataran yang terkenal dengan DIENG PLATEU. Dataran tinggi Dieng menyajikan perpaduan sumber daya alam terutama iklim yang sejuk, pemandangan yang indah, fenomena alam yang menakjubkan dan ketenangan serta sumberdaya budaya seperti peninggalan sejarah dan kehidupan masyarakat, yang memberi banyak peluang bagi wisatawan untuk melakukan berbagai kegiatan wisata. Selain untuk kegiatan kepariwisataan, kawasan ini juga menawarkan banyak potensi sumberdaya alam melimpah, seperti geologi, vulkanologi, pertanian dan pertambangan.

Kawasan yang disebut sebagai dataran tinggi Dieng terbagi atas beberapa dataran tinggi, yaitu :

  1. Dataran pertama yang mempunyai ketinggian kurang lebih 2.090 meter diatas permukaan laut dengan dikelilingi oleh rangkaian gunung yaitu, gunung Perahu, gunung Pangonan dan gunung Sipandu yang berada dibagian barat.
  2. Dataran kedua terletak disebelah barat dataran tinggi pertama dengan ketinggian kurang lebih 1.950 meter yang diapit oleh gunung Nagasari, gunung Pangamun amun dan gunung Gajah Mungkur.
  3. Dataran yang ketiga dengan ketinggian kurang lebih 1.630 meter sampai dengan 1.772 meter.

Dikawasan ini pada awalnya banyak tumbuh pohon tanaman keras sehingga konservasi tanah dan air terjaga. Jenis tanaman keras yang banyak ditemui adalah akasia, cemara, pinus, suren, pakis haji, kayu dampul. Namun sejak beberapa tahun terakhir ini tanaman tersebut banyak ditebangi dan lahan tersebut dipergunakan untuk budidaya tanaman kentang dan sayur sayuran. Sehingga menjadi gundul dan tingkat erosinya tinggi.

Pasar Kliwon

Dalam Pasar Kliwon

Pasar Kliwon di Kudus merupakan pasar tradisional yang ramai pada pasaran hari yang jatuh pada Kliwon. Pasar ini cukup dikenal oleh masyarakat sekitar Pati, Kudus, Purwodadi, Jepara. Aneka keutuhan tekstil saat ini bisa dijumpai, mulai dari busana muslim, busana remaja hingga border kudus yang cukup terkenal dapat dijumpai di pasar ini. Barang barang elektronik juga tersedia di tempat ini. Sudah dua tahun ini pasar Kliwon menjadi pusat kulakan bagi produk produk tekstil. Bila anda berkesempatan dating ke kota Kudus alangkah baiknya bila dapat berkunjung di pasar ini. Disamping ada museum kretek, menara kudus juga makam sunan Muria

Polisi Dan Masyarakat

Hasil survey yang dilakukan oleh lembaga KPK bahwa Kepolisian menempati urutan teratas dalam hal pelayanan yang tidak baik. Memang polisi tempatnya dihujat oleh masyarakat, dengan demikian masyarakat masih ada perhatian terhadap polisi. Namun sebagai masyarakat kami akan menyampaikan penilaian pada akhir tahun 2009 ini terhadap lembaga kepolisian. Selama kurun waktu itu kami berhadapan langsung dengan pelayanan polisi. Tidak disangka ternyata dalam tubuh polisi dalam melayani sudah berbeda ketika kami masih di SMA. Sebagai contoh dalam mengurus untuk mendapatkan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) dahulu SKKB (Surat Keterangan Kelakuan Baik) petugas sudah mulai ramah ramah mulai pendaftaran hingga sidik jari dilayani dengan baik. Bahkan ketika surat sudah jadi berapa biaya administrasinya diserahkan kepada kita berapa keikhlasannya, dari para pencari surat tersebut kami lihat kisaran 5 – 10 ribu rupiah. Ada pengalaman lagi ketika kita akan mengajukan surat ijin keramaian. Pelayanan dari anggota polisi juga ramah bahkan kita dihadapkan dengan Kapolresnya juga disambut dengan baik. Ketika surat ijin sudah selesai walau keadaan masih hari libur besar kita diberi kabar kalau surat ijin bisa diambil. Contoh lagi ketika mau melakukan mutasi surat kendaraan juga dilayani ramah dan biaya sesuai dengan yang tertera di dokumen. Demikian halnya ketika harus endos BPKB di Polda juga dilayani dengan baik bahkan tidak membayar sama sekali.

Nampaknya Polri sudah melakukan pembenahan dari dalam, namun masih ada sebagian masyarakat yang masih meragukan hal ini. Walau kami sebagai pengamat amatiran, sudah melihat upaya upaya yang dilakukan oleh para petinggi Polri dalam memperbaiki diri perihal pelayanan terhadap masyarakat. Ada catatan memang perihal perpanjangan STNK dengan menembak KTP yang tarifnya bervariasi, untuk mobil kisaran 300 – 500 ribu untuk roda empat dan tergantung tahun pembuatan. Sehingga perlu disikapi lebih lanjut. Akhirnya selamat tahun baru 2010.

Malam Satu Suro

Peringatan satu Suro atau Tahun Baru Hijriyah oleh kalangan masyarakat Jawa selalu disambut dengan acara malam tirakatan. Di kampung kami malam tirakatan sisebut juga Suran. Berasal dari kata Suro (bahasa jawa). Dalam malam tirakatan ini warga dalam lingkup rukun tetangga mengambil tempat di jalan kampung dengan menggelar tikar. Para warga dengan kemampuan yang ada membawa makanan untuk menemani melekan. Makanan yang tidak ketinggalan adalah “bubur suran” yaitu makanan berupa bubur dari beras diberi kuah tahu dan krecek juga diberi bergedel, tidak ketinggalan juga krupuk bawang yang warna warni. Tradisi di makam makam leluhur juga diadakan doa doa hingga tanggal 10 Suro. Memandikan keris atau gaman peninggalan leluhur juga dilakukan. Pada bulan ini kepercayaan orang jawa tidak ada yang mantu.

Berita Di Akhir Tahun

Perseteruan antara Sri Mulyani vs Bambang Soesatyo, Sri Mulyani vs Aburizal Bakrie, bermula dari kasus bank century. Mengapa ibu yang satu ini grogi dan goyah inilah yang menjadi pertanyaan. Ibu Sri Mulyani ini kebetulan kakak dari teman saya dan kebetulan juga sang ayahnya almarhum dulu adalah aktif di paguyuban dari daerah asal. Dukungan kepada mbak Sri ini agar tabah dalam menghadapi cobaan tertuang juga dalam situs jaringan sosial. Itulah lakon seorang di dunia. Ada kalanya enak dan ada kalanya susah juga. Secara kebetulan gara gara bank century ini menyeret banyak tokoh nasional. Karena penggunaan uang yang sebanyak itu belum diketahui kemana saja alirannya. Tapi kalau mau terbuka pasti aliran dana itu kemana saja dapat ditelusuri. Akhirnya hak angket DPR terbentuk atas desakan berbagai elemen masyarakat untuk mengetahui kemana saja larinya uang itu. Semua peristiwa itu akan ditunjukkan becik ketitik ala ketara. Menuju kebaikan dan kejujuran dalam segala hal banyak rintangannya. Namun kalau kita ingat lahir tidak mempunyai apa apa maka jangan takut akan menjadi kere. Jika kita bisa berserah diri kepada Tuhan dan mau bekerja dengan keras demi kesejahteraan akan lancar rezekinya. Kita rakyat Indonesia di penghujung tahun 2009 ditunjukkan oleh Yang Maha Kuasa mana yang baik dan mana yang tidak, semua kejadian itu bermula dari ulah manusianya sendiri. Kita harus tetap waspada karena alam pun akan marah pada kita semua. Kejadian bencana masih akan terjadi di bumi.

Mutasi Kendaraan

Berikut kami informasikan bagaimana cara mengurus mutasi kendaraan. Pengalaman ini terjadi pada akhir November 2009 ketika kami melakukan mutasi kendaraan roda 4. Pertama tama melakukan pencabutan berkas kendaraan di kantor Samsat Jepara. Dengan mendaftar di loket mutasi, lalu kita disarankan menuju loket cek fisik. Pelayanan dari polisi yang bertugas di Samsat sekarang sudah ramah ramah. Sambil menunggu giliran kurang lebih 15 menit petugas telah memeriksa kendaraan dan setelah dilakukan cek no rangka dan no mesin kita diberikan dokumen hasil pemeriksaan dengan administrasi Rp 50.000,- saja. Lalu dikembalikan ke loket pencabutan berkas dengan menyerahkan STNK, BPKB dan KTP untuk selanjutnya di proses kurang lebih 14 hari kerja sudah jadi dengan biaya Rp 260.000,-. Setelah berkas jadi lalu kita ambil dan diteruskan ke samsat tujuan. Di samsat tujuan kita daftarkan di loket penerimaan mutasi. Dengan ramah juga tidak sampai 30 menit sudah dilayani dan disini malah kita tidak dipungut biaya. Setetah berkas masuk proses pemberkasan selama 4 hari kita diminta kembali untuk melaksanakan perpajakan sebagaimana mestinya. Disini kita hanya membayar pajak yang sesuai dengan yang tertulis di STNK. Jadi tidak sampai menelan biaya Rp 650.000,- dalam proses pencabutan bila kita lakukan sendiri, namun bila kita lewat jasa tentu kocek 650 ribu akan keluar. Dari pengalaman ini ternyata pelayanan polisi telah mengalami perubahan yang signifikan. Semoga Polisi kedepan bisa lebih baik dalam melayani masyarakat.

Paragon City

IMG_0427Sebentar lagi di Semarang akan berdiri Paragon City yang bisa menampung kegiatan MICE. Mengingat hingga saat ini kota Semarang belum memiliki venue yang menampung lebih dari 2000 orang. Padahal Semarang merupakan kota dagang dan wisata sebagai peninggalan Belanda dulu. Kalah dengan Solo sebagai kota budaya sudah memiliki tempat yang minimal menjadi persyaratan penyelenggaraan MICE (Meeting Incentive Conference Exhibition) berskala internasional. Paragon City ini dibangun terletak di jalan Pemuda Semarang yang sebelumnya sebagai gedung GRIS yaitu gedung kesenian dan dulu terkenal dengan sweeke GRIS.

Buaya dan Cicak

DSC05566Dahulu perkataan buaya ditujukan kepada laki laki yang demen perempuan. Tapi sekarang buaya tenar lagi karena dianalogikan sebagai Polri dan Cicak sebagai KPK. Istilah ini populer pada pertengan tahun 2009 setelah salah satu pejabat dilingkungan Polri melontarkan istilah ini. Sehingga rasa risih dan tidak enak akhirnya petinggi Polri melontarkan permohonan maaf atas ketidak nyamanan adanya istilah ini kepada public. Sehingga pada penghujung tahun 2009 akibat istilah itu menjadi ramai dan bisa menjadi titik tolak reformasi dibidang penegakan hukum. Setidak tidaknya itulah gambaran yang sesungguhnya terjadi di negeri ini perihal hukum maupun keadilan. Kalau dirunut muaranya adalah karena uang. Semua terjebak adanya iming iming uang, semua saling menuding dan menyalahkan ini itu. Belum Nampak karya nyata seperti yang dicita citakan dalam UUD 1945.

Pintu Jati Kuno

PIC_0005Kalau kita pernah tinggal di daerah pantura jawa tentu mengenal toko toko milik etnis china. Sebagai contoh pintu tua di gambar adalah masa lalu tempat berjualan. Pada saat ini pemandangan bekas kekokohan penggunaan kayu jati dapat dinikmati bila kita melewati perjalanan antara Demak sampai Rembang. Toko toko seperti ini nampaknya telah termakan usia dan bersaing dengan toko modern.

Jalan Kalitan

PIC_0004Kalitan, tidak asing bagi telinga kita. Ini terkenal karena Pak Harto presiden kita dulu mempunyai tempat tinggal di sini yang dikenal dengan Ndalem Kalitan. Letaknya di kota Solo. Dulu tempat ini sangar, banyak penjaga dari kesatuan tentara mengamankan kawasan ini, apalagi menjelang kedatangan keluarga pak Harto. Sekarang sudah terbuka, masyarakat sudah bisa berlalu lalang lewat sini. Dan bila mau istirahat disebelah kanan ndalem kalitan bisa mampir di masjid Nurul Iman Kalitan.