Mencuri Dengan Cara Gangsir


Mencuri dengan cara gangsir pernah menjadi trend tahun 1970 hingga 1980 an. Gangsir merupakan sejenis jangkrik yang suka menggali lubang. cara tersebut yang ditiru oleh pencuri untuk memasuki rumah yang menjadi target sasarannya. Berikut pengalaman masa kecil di rumah kakek pernah mengalami kejadian serupa yaitu dimasuki maling dengan cara menggangsir. Maklum rumah jaman dahulu masih sederhana dan tembok belum terlapisi oleh semen seperti sekarang dan bangunan tidak berpondasi. Karena rapuhnya dinding tembok yang mempur sehingga mudah dijebol dengan linggis. Itulah yang dilakukan maling jaman dahulu untuk memasuki rumah sebagai target sasaran. Mengenang Pada saat itu yang hilangan adalah sepeda dan radio 4 band. Sepeda jaman itu mungkin sudah dianggap istimewa. Demikian juga radio Phillips teman mendengarkan radio BBC, Radio Australia dan VOA Amerika melalui gelombang SW ikut diambilnya. TV saat itu belum banyak yang memiliki. Kalau mau nonton TV harus jalan kaki ke kantor Kabupaten yang dipasang di depan kantor Kabupaten. Seiring berkembangnya jaman teknik mencuri dengan cara nenggangsir tinggal menjadi kenangan dan sebagai cerita sendiri. Sepeda dan radio sekarang sudah menjadi barang umum dan tidak menarik untuk dicuri lagi. Siaran radio yang bisa didengar hanya sedikit seperti RRI, radio PTDI ( Pendidikan Tinggi Dakwah Islam ) dan RSPD ( Radio Siaran Pemerintah Daerah ) itupun pada gelombang AM. Sebelum melakukan penggangsiran pelaku melakukan ritual sirep yaitu agar penghuni rumah tertidur lelap dan leluasa melakukan aksinya. Kisah ini kita ceritakan kembali untuk mengenang masa masa sulit kehidupan rakyat masa lalu di daerah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: