Nelayan Jateng Masih Diberi Toleransi Menggunakan Cantrang


Setelah melelui perjuangan untuk tetap dapat menggunakan jaring Cantrang, pihak pemerintah melalui Kementrian Kelautan Perikanan akhirnya memperpanjang masa pemakaian jaring Cantrang hingga Desember 2017 khususnya bagi nelayan Pantura Jateng. Upaya perjuangan nelayan Pantura Jateng untuk dapat menggunakan jaring Cantrang telah dilakukan berbagai upaya baik upaya menemui presiden, pengaduan ke Ombudsman hingga kajian akademis bersama perguruan tinggi. Bahkan DPR-RI berencana menggalang hak angket tentang pelarangan penggunaan cantrang bagi nelayan. Apakah sebenarnya alat tangkap cantrang itu dan mengapa nelayan Jateng mempertahannkan. Dari sebuah diskusi terungkap bahwa para nelayan dapat membeli kapal dari pinjaman perbankan secara berkelompok 4 – 10 orang dengan jaminan sertifikat tanah dengan jangka waktu 2 – 4 tahun. Bila alat tangkap Cantrang dilarang tahun ini akan menimbulkan kredit macet, nantinya rumah disita bank dan nambah pengangguran. Permohonan para nelayan kepada pemerintah agar tetap diperbolehkan menggunakan jaring cantrang dengan kondisi yang sudah ada. Nelayan juga meminta cantrang tidak dilarang namun diatur dengan daerah penangkapan, waktu dan jumlah penangkapan. Dari sisi pemerintah peraturan larangan penggunaan cantrang sudah dilaunching dua tahun lalu dan menurut Ibu Susi sekarang harus move on. Masih banyak alat tangkap lain yang ramah lingkungan. Demikian disampaikan saat ulang tahun Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia di Bantul, DIY minggu 21 Mai 2017.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: