Sunan Kudus Lanjut Sunan Kalijaga


Libur Imlek yang lalu kebetulan cuaca tidak begitu panas dan kita putuskan buat rencana melakukan wisata ziarah dengan tujuan Sunan Kudus di komplek masjid Kudus dan pulang dari Kudus melanjutkan ziarah di makam Sunan Kalijaga di Kadilangu Demak. Setelah menempuh perjalanan selama 1,5 jam kita sampai di Kota Kudus dengan ambil jalur masuk kota dan melewati pasaraya komplek Pasar Bitingan. Tiba dilokasi saatnya sholat Dhuhur, kita sama sama ambil air wudhu dan sholat berjamaah dengan para peziarah dari berbagai kota. Didalam masjid Nampak sejuk dan adem terasa nyes dihati, karena didukung dengan cuaca yang lagi mendung. Bisa melakukan berjamaah dengan berbagai warga di masjid yang penuh sejarah dan budaya mempunyai rasa tersendiri. Selesai sholat lalu kita menuju lokasi makam untuk melakukan kirim doa sekaligus mengenang sejarah ketokohan Sunan Kudus. Waktu telah menunjukkan pukul 12.45 dan tiba saatnya makan siang, kebetulan tempat parkir kendaraan terdapat rumah makan tradisional yang disitu terdapat menu ayam goreng dan bakar. Tetapi melihat menu ini sudah bisa. Ternyata dalam daftar menu terdapat bandeng bakar. Lalu coba pesan bandeng bakar. Ini mungkin beda dengan bandeng bakar yang ad adi kota Tuban. Kalau bandeng bakar Tuban dijamin mak nyus dengan kecap atau bumbu sate sudah nikmat luar biasa. Setelah pesanan keluar ternyata sambalnya yang digunakan sambal terasi, tetapi bakarnya pakai bumbu kecap. Cukup lumayan juga rasanya dan harga juga tidak terlalu mahal. Setelah acara makan siang selesai langsung tancap perjalanan menuju Demak. Dengan kondisi cuaca yang redup menjadikan perjalanan cukup nyaman. Namun harus waspada karena jalan banyak yang berlubang pada lokasi keluar kota Kudus setelah jembatan Tanggul Angin. Dengan perjalanan kurang lebih satu jam sudah sampai lokasi Kadilangu. Bagi yang tahu lebih enak parkir didepan halaman Masjid karena jalannya lebih dekat untuk menuju makam. Ternyata pada liburan Imlek cukup banyak juga yang wisata ziarah ke makam para wali. Saat tiba dilokasi makam Sunan Kalijaga turun hujan lebat. Mungkin ini kita anggap sebagai rejeki biar turunnya seperti hujan. Dari dua kunjungan ziarah ternyata masih banyak warga yang menghargai tokoh walisongo dan dapat memberikan banyak rejeki kepada warga sekitar makam hingga saat ini kepada yang berjualan aneka dagangan. Tak pernah sepi pengunjung yang dibuka 24 jam penuh dari berbagai daerah berziarah kepada sisilah perjuangan penyebaran agama Islam di tanah Jawa pada jaman dahulu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: