Modus Penipuan Di Wilayah Bandara


Berawal dari kejadian yang menimpa saudara kami atas tawaran jasa kebaikan seseorang namun akhirnya kebaikan tersebut merupan tipu daya untuk memangsa korbannya. Peristiwa ini kejadiannya pada tanggal 16 Desember 2016. Dari perjalanan bandara Lombok menuju bandara Juanda Surabaya dan waktu kurang lebih pukul 10.00 WIB saat menunggu antrian bus Damri menuju terminal Bungorasih Surabaya. Tante saat itu perjalanan seorang diri dan berencana menghadiri upacara selamatan 1000 hari meninggalnya kakaknya tinggal di di Jawa Tengah. Di dalam bus Damri sebelum berjalan menuju terminal Bungorasih tempat duduk Tante yang masih kosong duduklah seorang ibu yang mengenalkan dirinya sebagai Hajjah Siti. Dalam percakapan saling Tanya kemana tujuan selanjutnya akhirnya ibu hajjah Siti tersebut mewawarkan jasa bersama satu kendaraan menuju kota tujuan. Menurut pengakuan ibu Siti sebenarnya akan di jemput oleh anaknya. Oleh karena anaknya tidak kunjung datang akhirnya dia naik bus Damri ini. Namun dalam perjalanan telpon ibu Siti bordering, telpon dari anaknya Agus yang sedang menjemput dan saat itu dalam percakapan disepakati dijemput di daerah Gudang Garam. Setelah berbicara melalui  telpon bu Siti tersebut membujuk Tante agar ikut satu mobil bersamanya karena kursi masih cukup. Walaupun telah ditolak dengan halus tawaran tersebut, entah dengan cara apa ibu Siti tersebut berhasil membujuk agar dapat turun bersama dan melanjutkan perjalanan menuju kota tujuan. Akhirnya Tante ikut turun di daerah Gudang Garam dan bertiga satu mobil menuju kota yang sama. Dalam perjalanan terjadi pembicaraan saling memperkenalkan diri. Sang pengemudi yang namanya Agus diperkenalkan oleh Bu Siti kepada Tante kalau anaknya tersebut kerjanya di perusahaan batubara di Kalimantan. Dalam perjalanan Bu Siti dari dalam mobil melihat keluar ada sosok Bapak yang sepertinya sedang kebingungan, di pinggir jalan sedang menghitung uang dengan uang lembaran 50 ribuan. Bu Siti bilang kasihan Bapak itu sepertinya sedang kebingungan dan perlu kita tolong. Akhirnya anaknya si Agus itu disuruh mundur untuk menghampiri Bapak tadi. Bapak ini ditanya oleh bu Siti mau kemana sepertinya kok kebingungan. Bapak tadi sepertinya ketakutan dihampiri oleh Bu Siti. Bu Siti meyakinkan bahwa niatnya baik untuk menolong kalau menghitung uang sebanyak itu nanti kalau ada orang jahat bisa menjadi sasaran. Tawaran agar ikut naik satu mobil akhirnya diterima juga oleh Bapak tersebut dan duduk di depan samping pengemudi. Akhirnya dalam mobil tersebut terdapat empat orang. Si Bapak menurut pengakuannya habis dari perjalanan dari Batam bersama seorang perempuan cantik. Namun akhirnya si Perempuan tadi  meninggalkan dirinya dengan membawa barang bawaannya saat menuju kamar kecil. Sehingga perbekalan yang dibawa hilang bersama perempuan tersebut. Namun Bapak tadi bilang tapi masih mempunyai satu benda yang cukup berharga kalau di uangkan. Bu Siti mendesaknya benda apakah tersebut. Si Bapak belum mau menunjukkan benda tersebut. Bu Siti terus mendesaknya benda apa yang dibawanya itu. Akhirnya benda tersebut dikeluarkan dan berupa berlian katanya. Benda tersebut sebesar 4 kali kelereng biasa. Bu Siti memerintahkan pengemudi Agus untuk mengecek keaslian barang tersebut. Si Agus mengeluarkan semacam alat senter untuk menguji keaslian berlian tersebut dikatakannya ukuran seberat 60 karat dan memang benar asli katanya. Dari hasil pengujian tersebut Tante juga melihat sinar yang dihasilkan dari benda tersebut. Dari percakapan tersebut Agus menguraikan keaslian benda tersebut dengan teori permata 4C yaitu Carat, Colour, Clarity dan Cutting. Bu Siti bertanya lagi kepada Si Bapak tujuannya kemana ini agar bisa diantar. Si Bapak bilang mau ke Kupang karena kapalnya sedang sandar di pelabuhan Kupang. Sehingga butuh tiket penerbangan ke Kupang. Bu Siti Tanya lagi benda tersebut mau dijual berapa. Si Bapak bilang di toko perhiasan sudah ditawar 100 juta. Bu Siti berminat membelinya tapi ditangan saat ini hanya membawa 10 juta. Si Bapak tidak mau kalau di DP 10 juta. Akhirnya bu Siti Tanya Agus kamu bawa uang berapa. Si Agus menjawab membawa uang 3 juta saja. Lalu Tante ditanya bu Siti bawa uang berapa. Tante tanpa sadar ikut sharing 2 juta. Jadi terkumpul 15 juta. Uang 15 juta ditawarkan lagi ke Bapak sebagai DP dan diyakinkan uang tersebut cukup kalau untuk beli tiket kembali ke Kupang. Pada akhirnya ibu Siti menyepakati harga 150 juta kepada si Bapak dan menyerahkan uang DP sebesar 15 juta. Bu Siti sudah memegang benda tersebut yang katanya berlian. Akhirnya bu Siti membisikkan ke Tante kalau mau nitip benda tersebut untuk dititipkan Tante terlebih dahulu dan bu Siti akan menyelesaikan pembayaran kekurangannya di Bank. Untuk itu supaya aman berlian tersebut dititipkan dulu pada Tante dengan dibungkus tissue lalu langsung diselipkan ke tas jinjing Tante. Lalu tante diturunkan di minimarket Indomaret katanya nanti akan disamper lagi setelah mengantar si Bapak membeli tiket. Disinilah Tante menunggu dari jam 11 pagi hingga jam 1 siang kok belumdijemput jemput. Merasa khawatir karena telah dititipi barang dan dengan rasa penasaran barang tersebut dibuka ternyata hanya kertas tissue belaka yang katanya berlian tadi sudah ndak ada. Namun Tante masih merasa khawatir lha wong di titipi benda berharga kok hilang. Masih sambil duduk di emperan indomaret sambil menunggu, datanglah seorang pegawai lagi istirahat ngopi dan duduk menghampiri Tante. Setelah saling bertanya dan berkenalan sang karyawan tersebut bilang kalau ibu ini sedang kena tipu. Dari sinilah baru sadar kalau Tante telah dikerjain yang ngaku hajjah Siti, Agus dan Bapak yang berlagak menolong. Akhirnya dengan berbekal sisa uang yang ada Tante masih dapat meneruskan perjalanan ke terminal Bungorasih dan menuju kota tujuan dengan selamat. Namun tas koper dan uang 2 juta sudah diambil bu Siti CS. Kisah ini kita tuliskan kembali seperti penuturan Tante. Semoga dapat memberi manfaat kepada para pembaca dan keluarganya agar tetap waspada terhadap orang yang baru dikenalnya.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: