Pantura Subang Belum Bebas Pungli


Berikut pengalaman sendiri pada akhir Desember 2015 lalu saat merencanakan perjalanan ke Jawa Barat dengan tujuan akhir Bogor dengan membawa kendaraan barang muat pesanan saudara yang sudah lama di inginkan, sekalian liburan akhir tahun mobil kami bawa sendiri menuju kota tujuan. Perjalanan sepanjang pantura Jateng hingga Cirebon – Indramayu lancar tak ada hambatan. Namun pada saat lepas Indramayu kami sempat dihentikan petugas Dinas Perhubungan dan menanyakan kelengkapan uji kendaraan. Setelah kami tunjukkan dan diteliti surat tersebut lalu dikembalikan dan terus terang minta uang kutip berapa mau kasih sebelum kami dipersilahkan jalan. Namun saya sampaikan pak saya bukan sopir angkutan barang jadi ndak tahu ada model beginian. Akhirnya tanpa memberi uang kami meneruskan perjalanan. Kasihan dalam hati kami berkata, kalau tahu dan kenal kepala dinasnya pasti tak sampaikan. Mengingat bukan wilayah kami ya sudahlah. Ternyata setelah perjalanan berlanjut lepas daerah Patrol kami pun diminta berhenti oleh petugas dengan seragam yang sama. Namun kami jalan terus saja mengingat kami tak melakukan pelanggaran dan bila di kejar kejarlah nanti kita hadapi. Namun ternyata tidak dikejar oleh petugas tersebut. Hingga memasuki tol Cikampek sampai jalur tol Jagorawi tidak ada hambatan dan sampai di tujuan. Namun selepas pengiriman barang dan kembali perjalanan pulang peristiwa penghadangan muncul kembali selepas keluar tol Cikampek dan memasuki jalur pantura kembali dihadang oleh petugas perhubungan setempat sepertinya masuk wilayah Subang lepas Jatisari. Padahal dalam kondisi kendaraan kosong tak bermuatan apapun kami diminta menepi. Seperti biasa ditanya soal surat kelengkapan, setelah dilihat dan dicocokkan mereka menanyakan surat bongkar muat barang. Kami sampaikan kami bukan sopir angkutan barang dan bukan digunakan bongkar muat layaknya pengusaha cargo. Ditunjukkanlah kami ketentuan yang harus dilengkapi yaitu surat bongkar muat yang ijinnya dapat dikeluarkan melalui Asosiasi Bongkar Muat atau Organda. Berhubung kami tidak mempunyai surat tersebut dendanya Rp 300.000,- kata petugas tersebut. Kami melihat sekeliling dan melihat sopir omprengan yang sedang berhenti kami diberi kode untuk jalan terus saja. Dengan melalui perdebatan yang intinya minta duit dan akhirnya kasihan pada petugas tersebut, surat surat yang dibawanya kami minta kembali dan kami sampaikan dengan terpaksa pak ini untuk sarapan saya tak jalan lagi ya. Kami lanjutkan perjalanan lagi, eh belum ada 20 km ada petugas dengan seragam yang sama menghentikan laju kendaraan. Kami langsung terus jalan saja karena tidak merasa ada pelanggaran. Dan bila mau dikejar kejarlah akan kita hadapi kembali. Namun tak ada tindakan pengejaran. Namun menjelang memasuki wilayah Indramayu ada saja petugas dengan seragam yang sama, sebenarnya petugas tersebut berdiri pada jalur dari arah timur dengan melihat kendaraan kami mereka berlari menuju jalur dari arah barat untuk menghentikan kendaraan kami. Untuk hal ini saya sudah tanggap kami siapkan selembar uang mengingat kami tak mau ada urusan dan pingin cepat sampai tujuan kembali. Kami acungkan tangan dan dengan sigap petugas menerima lembaran uang tersebut dan dengan cepat masuk kantong, ini dapat kita lihat dari kaca spion.

Setelah sampai rumah kembali dan kami mencoba tanya tanya para sopir angkutan barang yang biasa melintas atau mengirim barang kesana. Kami mendapatkan jawaban bahwa memang wilayah Pantura Subang menjadi momok para sopir yang dimintai kutipan oleh oknum petugas Perhubungan. Kami sampaikan wilayah dimana kami mendapat perlakuan, bila dari Cikampek biasanya sepanjang jalan tersebut hingga sebelum jembatan Sewo perbatasan Subang Indramayu. Kalau mau jalur ke Barat, mas harus mempertimbangkan biaya pengiriman mengingat biaya tersebut adalah mencakup untuk memberikan para petugas yang berdiri di pinggir jalan. Disampaikan pula bila di jalan tol terdapat mobil polisi patroli berhenti dipinggir tol, mas harus tahu sendiri bila muat barang. kalau tidak muat barang jalan terus tidak apa apa. Kalau muat barang tidak berhenti umumnya akan dikejar. Demikian  sharing pengalaman dengan para sopir angkutan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: