Masihkah Perlu Belajar Dengan Konsep Luar Negeri ?


 FW_V3404 sdk3.3.1-20090727 (S)Calib(0,1,1,1,0,0,1,0); AWB(1528,1161); CT(0,0); Info(1225,1596,224,0,1024,0,0)(1958;904;2052;910;2100;1675;1344;1685;1370;2;0;19329;53;);  PvWB(5F8,400)(17E,100); StWB(5F8,400)(17E,100); WBFix(388,804)(0E2,201); WBRef(38E,834)(0E3,20D); Exp(     0); Agc(0000h);

Kemendes Marwan Jafar baru baru ini akhir Nopember 2015 mengunjungi Korsel untuk menjadi pembicara pada forum Saemaul Undong semacam gerakan mental desa membangun yang melibatkan partisipasi masyarakat. Pak menteri selain menjadi pembicara bermaksud pula ingin mencontoh konsep Saemaul Undong di Korsel yang artinya gerakan desa baru. Kalau soal desa membangun sebenarnya desa kita juga tidak kalah semangatnya. Sebagai contoh di Desa Grogol Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo disana sudah terdapat usaha peternakan dan pertanian organik yang digerakkan oleh masyarakat desa setempat. Nama kelompok tani tersebut adalah kelompok tani Taru Mulyo. Di sinipun malah terdapat ketertarikan lembaga asing yang ingin membantu perkembangannya yaitu lembaga seperti GIZ dan Java Reconstruction Fund ( JRF ) yang mendampingi membuat rumah pengomposan dan memanfaatkan limbah kotoran ternak menjadi pupuk dan sebagian menjadi biogas. Kemendes di Korsel juga menyampaikan program kerjasama terkait pembangunan desa. Diantaranya program peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kerjasama pembangunan kawasan perdesaan dengan menggunakan model pemberdayaan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: