Naik Turunnya Bisnis Waralaba


 FW_V3404 sdk3.3.1-20090727 (S)Calib(0,1,1,1,0,0,1,0); AWB(1427,1387); CT(0,0); Info(226,1012,120,0,1028,0,1)(1958;904;2052;910;2100;1675;1344;1685;1370;2;0;19329;53;);  PvWB(593,400)(164,100); StWB(593,400)(164,100); WBFix(388,804)(0E2,201); WBRef(38E,834)(0E3,20D); Exp(     0); Agc(0000h);

Bisnis dengan sistem waralaba pada era 2007 menjadi booming, apalagi merupakan alternatif dalam mempercepat ekspansi jaringan. Seiring dengan perkembangan jaman, bisnis tersebut ada yang tumbuh menjadi lebih banyak dan adapula yang tenggelam bersamaan waktu hingga penghujung akhir tahun 2015 ini. Meskipun perkembangan terakhir sistem franchise mengalami kemajuan pesat namun sistem franchise model gerobag mengalami pasang surut. Ambil contoh seperti Tela Tela, Kebab Turki, Tahu Kremes, De Jamur, Canai krepes Arabian, Kedai Pizza, Donat Bakar dan masih banyak lagi mengalami hambatan kemajuan. Bisnis yang diwaralabakan membutuhkan pengelolaan manajemen dan membutuhkan marketing pemasaran. Kelemahan yang utama dari tidak dapat berkembangnya usaha waralaba adalah mengatur orang yang akan menghadapinya kesehariannya alias pegawainya.

Pemerintah sendiri melalui Menteri Perdagangan berkeinginan usaha usaha lokal bisa menjadi lebih besar dan dapat menguasai pasar melalui jaringan waralaba. Melalui Permendag no 53/M-DAG/PER/8/2012 Tentang Penyelenggaraan Waralaba dan telah diubah dengan Permendag No 57/M-DAG/PER/9/2014 secara khusus mengatur dan mengawal usaha lokal yang berpotensi di waralabakan. Sedangkan untuk waralaba jenis usaha toko modern diatur tersendiri melalui Permendag No 68/M-DAG/PER/10/2012.

Setelah melalui survey dengan metode tanya jawab bagi pelaku usaha yang pernah menjalankan sistem waralaba, kemunduran sistem ini dan tidak ada kemajuannya dapat dipetakan sebagai berikut :

  1. Upaya promosi usaha waralaba dalam pelaksanaan event pameran yang biasanya Indomart dan Alfamart menjadi leader dan selalu ikut pameran. Karena ada pembatasan aturan kepada usaha waralaba toko modern maka kedua ritel modern ini menjadi absen di setiap event pameran maka usaha kecil BO dan waralaba jadi enggan ikut berpartisipasi.
  2. Pemerintah Daerah setempat kurang peduli terhadap perkembangan dan pergerakan usaha jenis waralaba.
  3. Pelaku usaha waralaba gerobag sering terjaring atau ditertibkan oleh Tibum atau Satpol.
  4. Perkembangan sistem waralaba dilakukan atas kesepakatan yang tidak menganut sistem waralaba yang baku, antara yang jualan franchise dengan calon pembeli franchisee.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: