Kemendes Membutuhkan Pendamping Desa Yang Andal


desaKementrian Desa  Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi sedang giat giatnya mencari pemdamping desa yang andal. Semenjak dilaunchingnya UU No 6 Tahun 2014 Tentang Desa tersirat diberikannya kewenangan desa untuk mengatur dan mengurus urusan masyarakat secara mandiri dengan mensyaratkan adanya SDM yang andal dan mumpuni sebagai pengelola desa. Oleh karenanya Kemendes telah mengeluarkan peraturan menteri no 3 Tahun 2015 tentang pendampingan desa untuk mengawal jalannya UU Desa tersebut. Pendamping Desa nantinya harus dapat memberikan solusi dan berbagi untuk menuju kemakmuran desa.

Harapan Kemendes terhadap para pendamping adalah benar benar dapat mendorong masyarakat desa melakukan sendiri sebagai pengelola desa, atau bahasa kerennya self governing community. Kemendes tidak ingin seperti program yang pernah dijalankan yaitu PNPM. Program PNPM lalu yang menjadi pintar adalah para pengelola PNPM itu sendiri bukannya masyarakat yang berdaya melakukannya. Setelah ditinggal pergi program PNPM masyarakat desa belum ketularan ilmunya para fasilitator tadi. Yang tertinggal dan masih didapat dirasakan adalah program pembangunan infrastruktur desa seperti pavingisasi, pembuatan jalan, pembangunan jembatan.

Pendampingan desa dalam era UU no 6 Tahun 2014 mengutamakan kesadaran politik warga desa untuk terlibat aktif dalam urusan di desanya secara sukarela, sehingga arah gerak kehidupan di desa merupakan kepentingan bersama. Pendamping Desa harapan dari Kemendes adalah kerja fasilitasi kepada masyarakat desa untuk mampu secara mandiri melakukan pembaharuan dan pembangunan desanya secara mandiri. Diberikan keleluasaan kepada para pendamping untuk berinovasi agar kelembagaan di desa mampu membuat perencanaan hingga pelaksanaan serta evaluasi dari program yang telah ditetapkannya. Sehingga tidak ada kata takut kepada KPK bila pemanfaatan dana dipergunakan sebagaimana mestinya, mengingat masih adanya beberapa kepala daerah yang menolak alokasi dana desa.

Pendamping Desa masih sangat diperlukan, terutama dalam pemberdayaan pengembangan ekonomi lokal. Pembangunan ekonomi desa bisa dimulai dari kekuatan desa tersebut yang menonjol saat ini. Sekecil apapun keunggulan desa tersebut bilamana didorong dan di eksplorasi akan bisa menutupi kekurangan kekurangan yang dimiliki. Bagi para calon pendamping desa untuk membekali pengetahuan ini dan untuk mengikuti seleksi, sudah disediakan buku buku panduan seperti yang diamanatkan oleh UU Desa.

Pada akhirnya para pendamping desa harapannya dapat mencetak para Kader Desa yang merupakan agen pembangunan. Pendamping desa nantinya bertugas untuk menemukan, mengembangkan kapasitas, mendampingi para penggerak pembaharuan desa. Pendamping desa paling tidak dapat mengumpulkan tokoh agama, tokoh masyarakat, kelompok tani, pemuda desa, perajin, kader perempuan untuk diajak bersama sama bangun desa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: