Menang Tanpo Ngasorake


Ada pembelajaran yang kita petik dari Jokowi yang sekarang terpilih menjadi Gubernur DKI pada saat menghadiri pelantikan Hadi Rudyatmo menjadi Walikota Solo. Yaitu Jokowi saat bertemu Bibit Waluyo mencium tangan saat jabat tangan dengannya. Diketahui bahwa keduanya sejak lama berseberangan terutama dalam rencana pembangunan Mall oleh Gubernur di lahan milik Perusda Jateng. Jokowi dikatakan walikota yang bodoh dengan penolakan pembangunan mall tersebut. Apalagi saat diluncurkannya mobil Esmka dan rencana digunakan sebagai kendaraan dinas walikota menjadi bahan cemoohan. Dari hal inilah keduanya selalu muncul di pemberitaan media masa, sehingga masyarakat mengetahui kalau kedua pejabat tersebut kurang harmonis. Apalagi bila ada kegiatan di kota Solo gubernur selalu mewakilkan kehadirannya ketika Jokowi masih menjabat. Kita telah ditunjukkan oleh Jokowi bahwa menang tanpa ngasorake terhadap orang yang jauh lebih tua dan berpengalaman. Intinya walau terdapat perbedaan dan terdapat perseteruan dengan pihak yang lebih tua, yang muda masih menaruh hormat dan menghargai padanya. Kita perlu pemimpin seperti ini di waktu waktu mendatang. Namun tantangan masih banyak, ketika Jokowi dilantik dan langsung terjun ke masyarakat pun sudah di kritik oleh DPRD nya Jakarta yang dikatakan jalan jalan saja. Inilah profil dan kapasitas masyarakat kita saat ini dan itupun kesalahan kita semua karena yang memilih mereka duduk di lembaga tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: