Andai Aku Menjadi Ketua KPK


Koran Tempo telah menyelenggarakan penulisan Blog bertemakan Andai Aku Menjadi Ketua KPK. Disini aku tertarik urun rembug alias mengikutinya. Barangkali bermanfaat bagi para pembaca terutama para jurinya.

Menjadi seorang pimpinan KPK tidaklah mudah, beberapa tahapan seleksi harus dilewati. Mulai dari seleksi administrasi, seleksi tertulis, seleksi psikologi, seleksi kesehatan, membuat makalah hingga wawancara merupakan tahapan yang melelahkan apalagi harus bersaing dengan orang orang pandai pandai. Namun disini terdapat kesempatan dalam lomba andai aku menjadi ketua KPK. Menjadi ketua KPK tentu mendapatkan suatu kewenangan terutama dalam pemberantasan korupsi. Andai aku menjadi ketua langkah langkah yang akan aku tempuh dengan kewenangan yang telah diberikan adalah :
1. Memahami secara mendalam keberadaan Lembaga yang aku pimpin merupakan lembaga yang sifatnya sementara. Mengingat apa yang diamanatkan pendahulu kita yang tertuang dalam UUD 1945 sistem tata Negara kita sudah lengkap.
2. Dari laporan lembaga internasional Negara kita termasuk menjadi Negara terkorup, sehingga masuk urutan tertinggi korupsinya. Mulai dari sini pekerjaan ketua KPK meminimalkan tabiat korupsi oknum pejabat. Sehingga nama nama pelaku korupsi perlu dipublikasikan.
3. Aku akan secara rutin mengadakan pertemuan dengan ketua ketua lembaga Negara seperti Polisi, Kejaksaan, Kehakiman, DPR, MA, KY untuk melakukan komunikasi dan sosialisasi mengenai cara berwarga Negara yang baik dan benar. Karena lembaga lembaga tersebutlah yang seharusnya mengatur tatanan berbangsa dan bernegara.
4. Karena korupsi kebanyakan dilakukan oleh oknum para pejabat, politisi. Sehingga dalam menjalankan jabatannya selalu dikaitkan dengan transaksi yang telah dilakukan. Maka perbaikan system kepartaian harus dirampingkan. Mengingat proses menuju pemimpin dalam era demokrasi kita telah disalahartikan dengan system transaksional oleh partai partai. Mendaftar menjadi caleg, mendaftar menjadi pimpinan daerah pun harus menyetor sejumlah uang tertentu. Dari sinilah biang korupsi mulai tumbuh dan sudah saatnya kebiasaan itu dihilangkan.
5. Pembersihan lembaga lembaga tinggi Negara dari oknum oknum yang haus uang dan kekayaan dengan kerjasama orang orang yang jujur di lembaga lembaga Negara tersebut.
6. Menghukum dengan berat apalagi hukuman mati koruptor terkendala dengan sila Kemanusiaan yang adil dan beradap. Hukuman yang tepat adalah mengembalikan seluruh nilai yang telah dikorupsinya.
7. Mengingat Presiden lah yang mengangkatku sebagai ketua KPK, Presiden aku ajak jangan takut miskin dan jangan takut hilang kursi kepresidenan serta jangan takut dengan ancaman partai partai koalisi.
Demikianlah bila aku menjadi ketua KPK, program yang akan aku laksanakan adalah meminimalkan bangsaku sebagi Negara terkorup di mata internasional. Dalam menjalankan tugas sebagai ketua KPK tentu sering dihadapkan dengan situasi untuk memutuskan sesuatu sedangkan dasar hukumnya kurang jelas. Pegangan yang dianut adalah norma norma budaya luhur kita dan norma agama yang kita anut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: