Batik Dan Pencemaran


Batik merupakan salah satu karya seni terkemuka di seluruh nusantara dan telah menjadi kegiatan produksi yang penting di beberpa kota di Indonesia. Sebagi halnya di Pekalongan bila aliran sungai berubah menjadi berwarna berarti industri Batik sedang bergeliat lagi. Namun bila aliran sungai nampak bening berarti industri Batik sedang lesu. Suksesnya perdagangan batik di Indonesia sayangnya menimbulkan persoalan lingkungan tersendiri. Menurut riset, industri batik setiap tahunnya memproduksi kadar emisi CO2 tertinggi jika dibandingkan sektor UKM lainnya yang umumnya merupakan hasil dari ketergantungan industri tersebut dari miyak tanah. Sejumlah besar UKM batik masih menggunakan lilin dan pewarna kimia serta pemutih secara berlebihan yang dimana semua itu memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat. Gambar disamping cara pengeringan UKM batik yang ala kadarnya. Sehingga pendampingan terhadap sektor ini masih diperlukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: