Ngrumat Dhuwung


Memelihara keris ternyata ada tata caranya. Keris sebagai warisan peninggalan budaya oleh penggemar atau kolektor akan dirawat agar pamornya tidak hilang. Ternyata menjamas atau mencuci Keris itu tidak harus di bulan Syuro. Sebagaimana ahli keris yang namanya jamas atau memandikan keris adalah membersihkan dari kotoran atau karat yang telah melekat. Jadi penjamasan atau pencucian keris dapat dilakukan kapan saja. Mengenai kapan pembuatan keris dibuat, tidak bisa diketahui secara pasti tahun pembuatannya. Namun dapat diketahui melalui jaman pembuatan. Seperti keris jaman Pajang, jaman Mataram dan masih banyak lagi. Karena keris ini sudah ada sejak jaman Nabi Muhammad SAW. Untuk mengetahui jaman kapan dibuat dapat diketahui melalui pamor. Pamor disini adalah corak corak yang menempel pada besi keris. Sehingga maksud penjamasan adalah untuk menjaga keindahan dari besi keris itu sendiri dan memberi penghargaan atau menghormati sang mpu yang telah membuatnya. Merawat keris ini cara yang mudah adalah Mutih. Mutih artinya memandikan keris dengan merendam air kelapa hijau selama 24 jam. Ini biasa dilakukan oleh penggemar keris atau tosan aji. Mengapa menggunakan air kelapa hijau tentu didalamnya terdapat kandungan kimia yang perlu diteliti. Setelah direndam air kelapa baru dogosok dengan jeruk nipis. Setelah itu baru diguyur dengan air yang jernih dan dikeringkan. Setelah kering dapat diberikan wewangian agar harum. Jenis wewangian adalah cendana, melati, mawar, bunga kantil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: