Ngadi Busana Kakung


Didalam mempelajari budaya Jawa terdapat pelajaran diantaranya adalah “Ngadi Busana Kakung” yaitu, tata cara menggunakan busana adat Jawa. Hal ini kami diberikan pelajaran oleh KRMT H. Noer Rahardjo Somadiningrat. Beliau tentu kerabat abdi dalem keraton dan tentu fasih dalam hal berbusana adat Jawa karena dari nama awalnya terdapat KRMT. Beliau berkata “ Ing reh ngadi busana puniko sok sintena kemawon temtu sami ngersakaken utawi remen, namung kedah pilah pilah anggenipun ngagem, wosipun mekaten panjenengan wonten adicara punapa ngagem busana kejawen kalawau saksaged saged kedah empan papan, utaminipun wonten adicara tetakan, pahargyan manten, siraman, tanggap warsa, kirap pusaka lan sanesipun”.
Ternyata dalam berbusana adat Jawa untuk laki laki ada dua yaitu :
Busana kejawen landung dan busana kejawen jangkep.
Busana kejawen landung merupakan busana setengah resmi biasanya dipakai pada acara siraman, midodareni, tanggap warsa, tetakan lan sanesipun. Rincian busana ini terdiri; dhestar, beskap landhung, wiyar, setagen, cenela, pasatan.
Sedangkan busana kejawen jangkep atau resmi adalah busana yang dipakai pada acara resmi seperti mantenan. Rincian busana ini terdiri ; dhestar, beskap krowok, wiyar, setagen, sabuk, dhuwung, cenela, pasatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: