Pasar Tradisional VS Mall


Masyarakat dihadapkan dalam dua pilihan dalam membelanjakan uangnya untuk kebutuhan sehari harinya. Baru baru ini ada berita mengenai beberapa kepala daerah membatasi keberadaan pasar modern terhadap pasar tradisional yang telah ada sebelumnya. Di satu sisi kepala daerah tersebut ingin melestarikan dan memberdayakan pasar tradisional tersebut guna menolong masyarakat kecil. Ternyata dalam beberapa pendapat ada yang menilai keberadaan Mall juga membawa dampak yang baik. Dampak yang baik diantaranya adalah penyerapan tenaga kerja di sekitar. Berikutnya adalah bagi pemasok barang berskala UKM dapat memberikan pelajaran terhadap kualitas barang yang masuk, standar harga, kewajiban ber NPWP, ketepatan waktu pengiriman dan keberlangsungan dijaga. Ini sebagian nilai positifnya, sehingga persyaratan agar barang bisa masuk di pasar modern dapat dijadikan contoh bagi pengelolaan pasar tradisional. Dari berberapa pengalaman di pasar tradisional seperti standar harga tidak ada sehingga pandai pandai menawar barang. Juga barang yang di jual terkesan apa adanya tanpa menjaga kualitas. Sudah saatnya kepala daerah dapat memberikan kebijakan yang bermanfaat dan arif bagi masyarakat agar tidak timbul pro dan kontra yang menjurus perselisihan apalagi demo secara besar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: