Light On Pengguna Motor


Menjelang bulan Ramadhan lalu kami diberhentikan oleh petugas lalu lintas dalam suatu operasi resmi. Keyakinan menggunakan kelengkapan surat surat lengkap dan helm juga berstandar juga tak luput dari petugas. Semua pengendara diminta berhenti dan setelah terjadi tanya jawab ternyata kesalahan adalah tidak menghidupkan lampu depan saat siang hari. Semua yang tidak menghidupkan lampu dilakukan penilangan. Baru kali ini melihat bentuk surat tilang. Dalam pojok kanan atas tertulis “Terdakwa” yang berarti kita telah menjadi terdakwa. Judul surat bertuliskan ” Bukti Pelanggaran Lalu Lintas Jalan Tertentu “. Dalam surat tersebut ada juga nomor regristrasinya. Pada kolom yang bertuliskan ” Pada hari ini…tanggal….bulan….jam….dijalan….dekat….dalam wilayah hukum….Berdasarkan pasal 16 SUB a dan e UU No 2/2002 dan Pasal 39 dan Pasal 40 UU No 8/1981 dan pasal 260 UU No 22 Tahun 2009 Tentang LLAJ, telah disita/dititipkan titik dua pilihannya SIM, STNK. Yang kita titipkan adalah SIM. Ruang bagi terdakwa bagi pelanggar yang tidak menyalakan lampu siang hari yaitu melanggar pasal 292(2)jo pasal 107(2). Ya inilah nasib tilang harus terjadi, namun hari berikutnya ternyata banyak masyarakat pengguna motor tidak menyalakan lampu juga. Kita tunggu ceritanya pada saat sidang di pengadilan negeri minggu kedua bulan depan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: