PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN


Kewirausahaan, kata ini populer pada era tahun 2007 hingga sekarang. Bahkan saat ini seminar seminar, pelatihan pelatihan yang bertemakan kewirausahaan cukup sering kita dengar. Padahal pada tahun 1995 pernah diterbitkan Inpres nomor 4 tahun 1995 tentang “Gerakan Memberdayakan dan Membudayakan Kewirausahaan di Kalangan Masyarakat”. Namun gerakan ini tidak berjalan dan keburu terjadi peristiwa penurunan presiden melalui demo mahasiswa di tahun 1998 yang menginginkan keadaan lebih demokratis. Seiring dengan berlalunya waktu, kewirausahaan muncul kembali dalam rangka sebagai salah satu mengatasi kemiskinan dan pengangguran. Sehingga hampir semua kementrian fokus pada pemberdayaan masyarakat maupun pemberdayaan UMKM. Telah disadari oleh pemerintah bahwa jumlah wirausaha di suatu negara merupakan kontributor dalam pembangunan dari perolehan pajak yang dibayarkan oleh pengusaha. Berdasarkan statistik tahun 2006 jumlah wirausaha Indonesia sebanyak 0,18% dari jumlah penduduk. Padahal untuk mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan diperlukan jumlah wirausaha minimal 2% dari jumlah penduduk Indonesia. Untuk menciptakan wirausaha sebanyak 2% perlu upaya ekstra dan strategi yang tepat. Salah satunya telah terbit UU nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro dan Usaha Kecil. Diantara pasal pasal yang ada adalah pengembangan SDM dilakukan dengan cara membentuk dan mengembangkan lembaga pendidikan dan pelatihan untuk melakukan pendidikan, pelatihan, penyuluhan, motivasi dan kreativitas bisnis, dan menciptakan wirausaha baru. Retorika kewirausahaan pernah juga ada di Jawa Tengah pada tahun 2007 yaitu Gerakan Kebangkitan Kewirausahaan (RAKIT USAHA), di tingkat nasional tahun 2009 ada juga Gerakan Tunas Kewirausahaan Nasional (Getuknas) dan pada tahun 2011 ini bulan Februari lalu presiden mencanangkan Gerakan Kewirausahaan juga. Berarti sinergi kekuatan telah ada dalam upanya pengembangan dan penumbuhan wirausaha baru. Dalam mendukung gerakan ini diperlukan pendampingan yang berfungsi memberikan advokasi dan membimbing calon pengusaha maupun pengusaha agar lebih tepat sasaran dan dapat menghadapi persaingan global. Fungsi ini yang belum terbentuk karena terbatasnya personil dari pemerintah. Sehingga terbuka bagi semua kalangan untuk berbagi solusi baik dari swasta maupun dari perguruan tinggi menjadi pendamping UMKM. Nampaknya program program kewirausahaan ini akan tenggelam terhadap peristiwa peristiwa yang diakibatkan dari sistem perpolitikan negara kita serta kasus kasus yang menimpanya. Sehingga dibutuhkan orang orang yang mau berjuang tanpa memihak suatu kelompok tetapi untuk semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: