Pengaruh ACFTA Terhadap UMKM


Telah banyak orang membicarakan ACFTA dan pengaruhnya terhadap UMKM, namun kiranya dapat kami sampaikan disini apa saja pengaruhnya itu untuk mengingat bagi rekan rekan yang belum mengetahuinya sebagai bahan referensi. Pengaruh ACFTA pertama adalah serbuan produk asing terutama dari Cina mengakibatkan kehancuran sektor-sektor ekonomi yang diserbu. Berdasarkan data dari KADIN Indonesia, industri pengolahan mengalami penurunan dari 28,1% pada tahun 2004 menjadi 27,9% di tahun 2008. Kedua; mendorong pengusaha dalam negeri berpindah usaha dari produsen di berbagai sektor ekonomi menjadi importir atau pedagang saja. Harga tekstil dan produk tekstil Cina lebih murah antara 15-25%. Menurut wakil ketua umum Asosiasi Pertextilan Indonesia Ade Sudrajat Usman, selisih 5% saja sudah membuat industri lokal kelabakan, apalagi perbedaannya besar. Sederhananya “buat apa memproduksi tekstil bila kalah bersaing”. Lebih baik impor saja, murah dan tidak perlu repot repot jika diproduksi sendiri. Gejala ini sudah mulai nampak di awal tahun 2010. Ketiga; peranan produksi dalam pasar nasional akan terpangkas dan digantikan impor. Dampaknya ketersediaan lapangan kerja semakin menurun. Padahal setiap tahun angkatan kerja baru bertambah lebih dari 2 juta orang. Sementara pada periode Agustus 2009 saja jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 8,96 juta orang. Wajah industri tekstil dan batik di Pekalongan, Solo dan Yogyakarta. Bahan baku batiknya adalah katun, rayon dan polyster. Katun bahan dasarnya adalah kapas. Kapas impor dari Pakistan dan Bangladesh. Gagalnya panen kapas di Pakistan dan banyaknya bencana alam di Bangladesh mengganggu pasokan. Rayon, bahan utamanya adalah pulp dan ini ketergantungan terhadap impor juga tinggi. Polyster, terbuat dari bahan kimia ketergantungan impornya juga tinggi. Disamping itu juga membutuhkan air yang banyak dan diperlukan pula penanganan limbahnya. Suku bunga kredit di Cina untuk dunia usaha antara 1-4% per tahun dan didukung lagi oleh berbagai insentif yang diberikan pemerintahnya. Sedang suku bunga di Indonesia paling rendah 14-18% per tahun dan tidak mendapatkan insentif dari pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: