Orang Jepang Lebih Kenal Kalimantan


Ketika mendapatkan pelajaran sejarah dulu  tepat pada tanggal 11 Januari 1942 tentara Jepang mendarat pertama kali di pulau Kalimantan, tepatnya di kota Tarakan Kalimantan Timur. Selanjutnya tanggal 23 Januari berikutnya menguasasi Balikpapan. Selanjutnya Palembang dan Plaju kota di Sumatera dan pulau Jawa. Pada saat itulah Jepang mulai menguasai wilayah Indonesia.

Dari sejarah tersebut saat ini hanya orang orang tua saja di Jepang yang mengetahui tempat atau pulau pulau yang ada di Indonesia. Di kalangan kaum muda Jepang sekarang ini yang namanya Indonesia mereka tidak tahu, yang dia kenal hanya Bali. Itupun bagi yang mengetahui keindahan pariwisatanya. Informasi ini diperoleh ketika kami mengikuti perkuliahan strategi marketing dengan menampilkan produk produk kerajinan dari berbagai daerah di Indonesia. Sebagian besar mahasiswa disana tidak tahu Indonesia. Padahal mbah mbah nya mereka dulu pernah menjajah Indonesia kok ndak tahu Indonesia itu bagaimana. Ada kemungkinan generasi muda di Jepang tidak diberikan pelajaran sejarah mengenai peristiwa ini. Ada hal lain yaitu tayangan di stasiun stasiun TV di Jepang jarang menampilkan peristiwa peristiwa yang terjadi di luar negaranya. Kebanyakan isi acaranya adalah olahraga yang banyak digemari di Jepang, aneka masakan, kuis kuis yang menghibur dan lebih banyak mengedukasi kepada masyarakat. Ada hal yang menarik dari pengamatan kami adalah setiap melewati rumah makan atau restoran di Jepang di depannya pasti ada contoh menu berupa replika sajian masakan yang disediakan beserta keterangan kandungan gizinya. Ini yang belum ada ditemui di Indonesia. Orang Jepang juga jujur, sebagai contoh ketika tas kawan kami tertinggal di bandara Narita dan baru ingat setelah keluar dari pemeriksaan. Begitu lapor ke bagian layanan informasi kita ditanya ketinggalannya di area mana lalu kita disuruh menunggu dan oleh petugas yang mencarikannya. Selang beberapa menit dua orang petugas dengan membawa tas yang dimaksud disampaikan kepada kawan kami dan diminta memastikan apa benar ini tasnya. Masyarakat Jepang juga tertib dalam berlalu lintas mereka selalu memberi jarak antar kendaraan agar tidak terlalu dekat dan selalu mendahulukan pejalan kaki bila mau menyeberang. Juga dalam tangga eskalator orang Jepang selalu ambil sebelah kiri dan memberikan ruang kosong disebelah kanan bagi yang ingin mendahului atau berjalan yang lebih cepat. Dalam membuang sampah juga dibedakan dan disediakan tempat sendiri sendiri. Untuk sampah kertas dan plastik mempunyai tempat sendiri yang berdampingan. Ada pengamatan lain yaitu pengguna sepeda dan motor bila parkir ada yang tidak dikunci dan dibiarkan ditempatnya kok aman aman saja tidak ada yang mencurinya. Dalam kegiatan pelatihan atau training yang namanya coffe break juga tidak ada, bila istirahat ya istirahat. Jika waktunya makan siang ya makan siang itu saja. Bagi ahli hisap yang ingin merokok tidak bisa di sembarang tempat juga dalam membuang putung nya tidak boleh sembarangan. Harus mencari area smoking dulu. Kebiasaan antri juga begitu bisa satu satu kebelakang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: