Elpiji 3 Kg Masih Disuka


Maraknya berita meledaknya tabung gas elpiji yang kebanyakan dari 3 Kg an serta adanya kampanye warga dalam format pemilu memilih Kompor Gas atau Kembali ke Kompor minyak tanah. Harus bijak dalam menyikapi masalah ini karena kita sudah terlanjur melakukan konversi dari minyak tanah ke gas. Kalau mau mundur lagi tentu menelan biaya yang cukup tinggi. Sebaiknya perlu penyelidikan penyebabnya meledak. Dari sekian pemberitaan yang menayangkan korban meledak adalah kebanyakan dari kalangan rakyat kecil. Apakah ini kurang sosialisasi dalam pemakaian atau pembuatan kompor maupun tabung kurang memenuhi standar.

Dari wawancara kepada pedagang kaki lima seperti penjual bakso, martabak, mie ayam, empek-empek hampir sebagian besar mereka menyukai penggunaan elpiji karena bersih dan telah invest regulatur demi keamanannya. Bila kembali pada kompor minyak tanah akan menjadi repot kembali selain kotor dan bau bila kena tumpahannya. Menurut pendapat mereka mengenai kasus meledaknya kompor barangkali sosialisasi pemakaian kurang diperhatikan. Karena pada saat mendapatkan kompor gas cukup mengumpulkan fotokopi KTP dan KK saja. Sehingga cara pemakaian menjadi salah satu penyebab kelalaian pengguna kompor, demikian ujar pedagang kaki lima yang kami temui.

Sehingga pemerintah harus turun tangan dan serius memperhatikan keluhan penggunaan kompor gas elpiji agar terjamin keselamatan rakyat dalam menggunakannya. Serta sosialisasi apa apa yang harus diperhatikan. Saat ini masih sebatas info dari email ke email mengenai keselamatan penggunaan elpiji.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: