Malam Satu Suro


Peringatan satu Suro atau Tahun Baru Hijriyah oleh kalangan masyarakat Jawa selalu disambut dengan acara malam tirakatan. Di kampung kami malam tirakatan sisebut juga Suran. Berasal dari kata Suro (bahasa jawa). Dalam malam tirakatan ini warga dalam lingkup rukun tetangga mengambil tempat di jalan kampung dengan menggelar tikar. Para warga dengan kemampuan yang ada membawa makanan untuk menemani melekan. Makanan yang tidak ketinggalan adalah “bubur suran” yaitu makanan berupa bubur dari beras diberi kuah tahu dan krecek juga diberi bergedel, tidak ketinggalan juga krupuk bawang yang warna warni. Tradisi di makam makam leluhur juga diadakan doa doa hingga tanggal 10 Suro. Memandikan keris atau gaman peninggalan leluhur juga dilakukan. Pada bulan ini kepercayaan orang jawa tidak ada yang mantu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: