Buaya dan Cicak


DSC05566Dahulu perkataan buaya ditujukan kepada laki laki yang demen perempuan. Tapi sekarang buaya tenar lagi karena dianalogikan sebagai Polri dan Cicak sebagai KPK. Istilah ini populer pada pertengan tahun 2009 setelah salah satu pejabat dilingkungan Polri melontarkan istilah ini. Sehingga rasa risih dan tidak enak akhirnya petinggi Polri melontarkan permohonan maaf atas ketidak nyamanan adanya istilah ini kepada public. Sehingga pada penghujung tahun 2009 akibat istilah itu menjadi ramai dan bisa menjadi titik tolak reformasi dibidang penegakan hukum. Setidak tidaknya itulah gambaran yang sesungguhnya terjadi di negeri ini perihal hukum maupun keadilan. Kalau dirunut muaranya adalah karena uang. Semua terjebak adanya iming iming uang, semua saling menuding dan menyalahkan ini itu. Belum Nampak karya nyata seperti yang dicita citakan dalam UUD 1945.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: