Banjir Di Semarang


Banjir di Semarang merupakan legenda yang tak pernah hilang. Karena sejak dulu sudah ada lagu entah apa judulnya tetapi baitnya adalah ” Semarang kaline banjir….Ojo Sumelang Yen Dipikir….” yang merupakan kumpulan lagu hit jawa. Banjir di Semarang yang menelan korban paling banyak adalah pada tahun 90 yang menelan korban sebanyak lebih dari 80 orang meninggal. Banjir pada tahun 2009 ini di bulan Februari bersamaan dengan naiknya air laut ke daratan, biasa dikenal dengan rob.

Semarang kerap kali menjadi langganan banjir khususnya Semarang bagian bawah yaitu Semarang Barat darah Mangkang, Semarang Utara wilayah Tnjung Emas dan Kaligawe bagian Timur. Semua ini jalur utama pantura yang menghubungkan Jakarta-Surabaya. Dari tahun ke tahun banjir ini diakibatkan salah satunya adalah hilangnya kawasan resapan air dan kenaikan air rob. Hilangnya resapan air adalah tidak konsistennya tata ruang semarang bagian atas yang dirubah menjadi perumahan seperti hutan karet di Mijen yang disulap menjadi kawasan industri dan perumahan BSB (Bukit Semarang Baru) sehingga banjir di kawasan Mangkang tidak terhindarkan lagi. Secara letak geografis kota Semarang sebelah utara adalah laut Jawa. Sebelah Selatan Kab. Semarang. Sebelah Barat Kab. Kendal dan Sebelah Timur Kab. Demak.

Disamping itu tanah di Semarang mengalami penurunan setiap tahunnya. Penurunan tanah di kawasan Tugumuda 1,25 cm/th, penurunan kawasan pasar Johar 5,20cm/th, penurunan kawasan di Simpanglima 1,60 cm/th, penurunan kawasan Pelabuhan 11 cm/th, penurunan kawasan jalan Arteri 7,70 cm/th.

Akibat lain dari banjir ini diakibatkan juga: Pengambilan air tanah berlebihan, adanya pengurukan rawa rawa, pengurugan tanah.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: