Susahnya Cari Data UMKM


Pada minggu pertama bulan November ini kami diundang untuk menghadiri rapat koordinasi hasil pemetaan UMKM. Dipertemuan itu dipaparkan hasil survey peta kekuatan UMKM di masing masing wilayah Kabupaten dan Kota. Dari hasil pemetaan itu yang menganut data sensus ekonomi 2006 terlihat jumlah unit usaha sektor perdagangan, hotel dan restoran meningkat paling tajam dibandingkan tahun tahun sebelumnya. Ternyata hasil pada sensus tingkat nasional pun sektor ini menempati urutan yang tertinggi. Setelah sesi tanya jawab, kami bertanya bisakah kami memperoleh data tersebut lengkap beserta nama dan alamat. Dari hasil jawaban tersebut bahwa pada sensus tersebut tidak dilaporkan berdasarkan nama dan alamat. Alasan yang diberikan karena UMKM itu fleksibel hari ini dia usaha mungkin tahun depan sudah ganti usaha atau sudah pindah. Memang demikian kenyataan pelaku UMKM sehingga data ini cocok untuk pengambilan kebijakan. Tetapi untuk sisi bisnis data seperti itu tidak dapat dipergunakan. Karena dalam bisnis antara pembeli dan penjual dapat mengetahui posisi keberadaannya baik nama maupun alamatnya. Sehingga disini bila ada yang membutuhkan informasi cepat menunjukkan lokasinya.

Ternyata data perusahaan di negara kita masih lemah, bilamana kita ingin mendapatkannya informasi yang akurat mengalami kendala. Coba kita tengok pada pendaftaran perusahaan seperti SIUP dan TDP tentunya instansi yang mengeluarkan mempunyai data yang lengkap. Namun untuk memperoleh informasi ini mengalami kesulitan bahkan kadang bila instansi tersebut mempunyai gawe juga tanya sana sini mengenai alamat perusahaan. Kiranya mulai dari sekarang sudah saatnya berbenah. Terkadang perihal keputusan menteri atau surat yang lainnya belum konsisten. Misal muncul peraturan baru akan tetapi peraturan yang lama belum dicabut.

Dari segala kelebihan dan kekurangan UMKM, sektor ini memerlukan perhatian bahkan terkadang sebagai obyek penderita dalam pembinaan. Kemampuan pemerintah masih terbatas menyentuh dan perlu adanya dukungan dari berbagai pihak termasuk masyarakat itu sendiri guna perkembangan dan pertumbuhan UMKM itu sendiri. Untuk lebih efektifnya perlu didorong agar menyatukan dalam komunitas. Seperti gagasan suatu klaster usaha sangat bermanfaat agar seperti perbankan, pemda dan lain lain lebih mudah fokusnya dalam pembinaan, penyaluran dana dan seterusnya. Dengan adanya komunitas atau klaster UMKM lebih mudah dalam mengatasi kendala kendalanya. Melihat potensi yang besar dari sektor ini, bila seseorang memilih menjadi pengusaha UMKM berapa pendapatan negara yang didapatkan dari pengusaha ini melalui pajak yang dibayarnya dan sekaligus dapat meminimalkan angka pengangguran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: