Krisis Global


Krisis ekonomi melanda dunia, itulah tema diskusi kawan kawan malam itu. Krisis sekarang berbeda dengan krisis pada tahun 1998. Kalau krisis sekarang daya beli tidak ada dan ekonomi berkembang seperti gelembung sabun. Krisis ekonomi khususnya pada sektor perbankan di AS dan di Indonesia perbedaannya adalah bila di AS berdirinya bank adalah untuk berinvestasi atau untuk beli saham. Kalo di Indonesia kebanyakan adalah bank umum dan yang mendirikan adalah pengusaha dan bermaksud untuk mendanai kelompok usahanya sendiri. Pada saat sekarang liquiditas bank bank di Indonesia baik itu plat merah maupun yang bukan sedang kering. Sehingga akan berdampak pada penyaluran kredit kepada UMKM. Bank akan lebih hati hati dalam memberikan kreditnya. Yang paling mengkhawatirkan sekarang bank bank kering valuta asing. Disamping itu juga bunga mulai naik, sehingga resiko gagal bayar debitur sangat tinggi. Umumnya kalau suku bunga naik di ikuti pula NPL juga naik. Mau tidak mau ekonomi Indonesia terganggu dan yang paling kena dampak adalah textile dan produk textile. Harga harga komoditas mulai turun padahal nilai tukar naik. Ini akan mengoreksi pasar dunia. Produk pertanian akan terganggu terutama pupuk. Situasi seperti ini perusahaan akan menunda yang disebut pertumbuhan ekonomi dunia melambat. Untuk mengatasi ini perlu harmonisasi kebijakan antar departemen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: