Banjir di Solo


Bengawan Solo telah membanjiri daerah daerah yang dilewatinya beberapa waktu lalu. Ini ada cerita menarik ketika kami mengikuti rapat mengenai rencana penanganan ekosistem daerah aliran sungai (DAS). Di Solo dipresentasikan bahwa data dari statistik di Solo lahan yang mengalami krisis pada kondisi hutan, tegalan dan perkebunan 59% nya mengalami krisis. Dan bilamana terjadi banjir ya itu sudah semestinya, karena masyarakat tidak menjaganya karena kerusakan baik mulai dari pencemaran air sampai penggunaan lahan yang tidak mempertimbangkan kondisi lingkungan. Secara klenik banjir di Solo yang besar terjadi dua kali, yang pertama banjir besar terjadi tahun 1966 yang mengindikasikan tanda pak Harto mau naik jadi pejabat yaitu sebagai presiden. Dan banjir kedua tahun 2007 yang menandakan menyambut pak Harto mau menghadap kepada Allah. Ini hanya otak atik gatuk saja pada masyarakat jawa tengah.

Ekosistem di Jateng yang sudah overload ini harus ditangani secara terus menerus dan pendidikan tentang lingkungan terhadap masyarakat terus dikampanyekan. Dalam diri manusia udara yang dihirup kalau dihitung adalah sebanyak 400 meter kubik per harinya udara yang kita hirup. Sehingga menjaga kehidupan tanaman sangatlah mutlak terus menerus dijaga. Karena oksigen yang dihasilkan paling banyak dari tanaman. Ini baru udara belum masalah air.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: